Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Kenaikan Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Kenaikan Beras dan Gula
Calon pembeli melihat beras premium di salah satu supermarket di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Harga beras premium mengalami kenaikan harga signifikan di sejumlah toko ritel modern, adapun berdasarkan pantauan berbagai merek beras premium kini dijual di kisaran Rp110.000 hingga Rp140.000 per kemasan 5 kilogram. (Bisnis/Himawan L Nugraha)

Celebeszone.com, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mewaspadai potensi kenaikan harga beras dan gula akibat lonjakan harga bahan baku plastik yang dipicu gejolak geopolitik global.

Meski dampaknya saat ini masih terbatas, gangguan pada rantai pasok plastik mulai dirasakan pelaku usaha pangan, terutama yang menggunakan kemasan karungan untuk distribusi beras dan gula.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi isu tersebut dengan menghitung potensi dampaknya terhadap harga pangan pokok.

“Terkait plastik, itu sudah kami rapatkan juga, jadi kita sudah ketemu dengan teman-teman. Begitu ada isu plastik mengalami kekurangan pasok, kita sudah diskusi menghitung berapa sih dampaknya per kilo terhadap beras dan gula,” kata Ketut dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (19/4/2026).

Dampak Kemasan Mulai Terasa

Berdasarkan masukan dari pelaku usaha, kenaikan biaya kemasan akibat terganggunya pasokan plastik mulai berdampak pada harga jual.

Ketut menyebut, tambahan biaya diperkirakan mencapai sekitar Rp350 per kilogram untuk beras dan Rp150 per kilogram untuk gula.

Menurutnya, angka tersebut cukup signifikan sehingga perlu diantisipasi agar tidak memicu kenaikan harga lebih lanjut di tingkat konsumen.

Adapun untuk meredam dampak, Bapanas akan memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan pasokan bahan baku plastik tetap terjaga.

“Kita harus diskusi mendalam karena kalau tidak, harga akan bisa agak sedikit terkoreksi. Kami juga merencanakan rapat besar, artinya dengan kementerian lembaga terkait, untuk mencarikan solusi, karena pengaruh Rp350 memang terasa kecil, tapi berdampak karena per kilonya jadi naik,” ujarnya.

Pasokan Nafta Terganggu, Pemerintah Cari Alternatif

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa pasokan bahan baku plastik berupa nafta dari sejumlah negara alternatif saat ini masih dalam proses pengiriman ke Indonesia.

“Untuk diketahui, nafta merupakan salah satu bahan baku utama dalam industri petrokimia yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi dan digunakan untuk memproduksi berbagai produk turunan, seperti plastik, karet sintetis, hingga bahan kimia lainnya.”

“Harga plastik [mahal] itu kan pertama karena imbas perang di Timur Tengah. Kita impor nafta untuk bahan baku plastik dari Timur Tengah, tetapi kita sudah dapat alternatif dari India, Afrika, dan Amerika,” kata Budi saat ditemui di sela-sela Pameran Indo Intertex di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Pemerintah juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai alternatif pengganti nafta, termasuk dengan mencari sumber pasokan dari kawasan Eurasia.

“Kita sudah mencoba melakukan pendekatan. Dan mudah-mudahan segera selesailah krisis ini ya. Jadi mudah-mudahan plastik juga segera turun, karena kan nanti bisa dampaknya ke yang lain, kan banyak produk yang dibungkus plastik. Jadi mudah-mudahan cepat selesai,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Harga Beras-Gula Terancam Naik Imbas Harga Plastik Meroket“.

Leave a Reply