UKSW Jalin Kerja Sama Global dengan Oxford Center for Muslim-Christian Studies

UKSW Jalin Kerja Sama Global dengan Oxford Center for Muslim-Christian Studies
Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Kepala CSR-CMR UKSW dengan Director Oxford Center for Muslim-Christian Studies, Kamis (16/4/2026).(Istimewa)

Celebeszone.com, SALATIGA – Sebagai kampus yang terus melangkah menuju World Class University, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memperluas jejaring globalnya melalui kolaborasi dengan Oxford University. 

Kemitraan strategis ini diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) dengan Oxford Center for Muslim-Christian Studies pada Kamis (16/4/2026) siang di Grha Nusantara, Kampus Kartini. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatangan MoA antara CSR-CMR UKSW dengan Center for Interdisciplinary Studies on Religion and Culture. 

Penandatanganan MoA CSR-CMR UKSW dan Oxford Center for Muslim-Christian Studies dilakukan oleh Kepala CSR-CMR UKSW Sumanto Al Qurtuby, Ph.D., bersama Director Oxford Center for Muslim-Christian Studies Dr. Richard McCallum. Sementara itu, penandatangan MoA antara CSR-CMR UKSW dan Center for Interdisciplinary Studies on Religion and Culture ditandatangani oleh Kepala CSR-CMR UKSW Sumanto Al Qurtuby, Ph.D., dengan Director Center for Interdisciplinary Studies on Religion and Culture Dr. Ferry Yefta Mamahit. 

Jalinan kerja sama ini menandai langkah awal kolaborasi dalam menjalin kemitraan selama beberapa tahun ke depan. Berbagai program strategis mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi akan dikembangkan dan dikerjakan bersama, seperti kegiatan kunjungan delegasi, penelitian, pengajaran, pengabdian, dan kerja sama akademisi. 

Turut hadir mendampingi prosesi penandatanganan MoA tersebut yaitu Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy, Dekan Fakultas Teologi UKSW Pendeta Profesor Izak Yohan Matriks Lattu, S.Si-Teol, M.A., Ph.D., beserta jajaran dosen UKSW dan perwakilan Center for Interdisciplinary Studies on Religion and Culture.

Mendorong UKSW Mendunia 

Sumanto Al Qurtuby menyampaikan tujuan kerja sama ini adalah untuk membuka jaringan seluas-luasnya, baik di tingkat nasional maupun internasional dengan institusi yang memiliki reputasi di bidang penelitian dan akademik. “Hal ini dilakukan sebagai bagian untuk mendorong UKSW semakin mendunia. Oleh karena itu, penting bagi UKSW untuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga bereputasi,” katanya. 

Menurutnya, pihak Oxford University memiliki pengalaman panjang dalam mengelola program terkait hubungan Kristen dan Muslim. Oxford Center for Muslim-Christian Studies telah menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti webinar internasional hingga kelompok studi bersama. Kegiatan tersebut dinilai sangat transformatif dan inspiratif. 

“Melalui MoA dengan Oxford Center for Muslim-Christian Studies, UKSW berharap dapat mengadopsi dan mengembangkan program serupa di Indonesia karena hingga saat ini belum banyak dilakukan,” terangnya. 

Sumanto Al Qurtuby menegaskan kerja sama dengan kedua pihak tersebut menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi persoalan sosial. 

”Persoalan sosial tidak bisa diselesaikan dengan satu pihak atau satu universitas saja, melainkan membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak. Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang kompleks,” tuturnya. 

Sebelum penandatanganan MoA, telah dilakukan kegiatan “International Seminar and Inauguration of The Center of Excellence-Center for The Study of Religion and Christian Muslim Relations (CSR-CMR) Satya Wacana Christian University and Inspire (International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotehology) 2026” di ruang F144 gedung Fakultas Hukum, Kampus Diponegoro UKSW.  

Penandatanganan MoA ini menegaskan komitmen UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan poin ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan sumber daya manusia (pendidikan, sains, teknologi, kesehatan). 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.(NA)

Leave a Reply