Cegah Kasus Daycare di Jogja Terjadi di Boyolali, DP2KBP3A Pantau Rutin TPA

Cegah Kasus Daycare di Jogja Terjadi di Boyolali, DP2KBP3A Pantau Rutin TPA
Foto Warga saat melintasi kantor DP2KBP3A Boyolali, Senin (27/4/2026). (Daerah/Ni'matul Faizah)

Celebeszone.com, BOYOLALI — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali melakukan pemantauan rutin terhadap Tempat Penitipan Anak (TPA) atau daycare. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kekerasan anak, menyusul kasus serupa yang terjadi di wilayah Yogyakarta.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) DP2KBP3A Boyolali, Triyono, menjelaskan pihaknya awalnya menerima data dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang mencatat terdapat 12 TPA di Boyolali. Namun, setelah dilakukan verifikasi, hanya 11 daycare yang masih aktif beroperasi.

“Total ada 11 TPA atau daycare yang terdaftar. Daycare ini masuk dalam program Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak,” kata Triyono, Senin (27/4/2026).

Ia menyebutkan, lokasi daycare tidak hanya berada di pusat Kota Boyolali, tetapi juga tersebar di sejumlah kecamatan. Rinciannya, dua daycare berada di Kecamatan Boyolali, dua di Simo, satu di Karanggede, dua di Nogosari, satu di Ampel, dua di Banyudono, dan satu di Ngemplak.

Triyono menegaskan pemantauan dilakukan secara berkala oleh penyuluh keluarga berencana (KB). Setiap penyuluh yang wilayah kerjanya terdapat TPA memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendampingan sekaligus pengawasan.

“Tiap bulan ada laporan kegiatan dari TPA. Untuk saat ini belum ada catatan kasus. Selain itu, kami juga sesekali melakukan pemantauan langsung ke lokasi daycare,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan daycare sangat penting, terutama bagi orang tua yang bekerja dan membutuhkan tempat penitipan anak yang aman serta terpercaya. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta, yang belakangan viral di media sosial.

“Semoga kejadian serupa tidak terjadi di Boyolali,” katanya.

Kejadian di Daycare Kawasan Umbulharjo Jogja

Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan terhadap balita di sebuah daycare di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memicu perhatian publik. Video yang memperlihatkan dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak tersebar luas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

Penggerebekan dilakukan aparat kepolisian setempat pada Jumat (24/4/2026) setelah adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Salah satu orang tua korban, Gusti Adi, mengaku tidak pernah mencurigai adanya tindakan kekerasan sebelumnya. Anak mereka selama ini hanya menceritakan aktivitas menyenangkan di daycare. “Selama ini anak hanya bercerita hal-hal menyenangkan seperti menggambar. Kami tidak menyangka karena pengurusnya terlihat ramah,” ujarnya.

Namun, setelah kasus tersebut mencuat, ia mulai mengaitkan perilaku anaknya yang pernah bermain dengan menirukan adegan “ikat tangan dan kaki” dengan dugaan kekerasan yang terjadi.

Ia juga mengungkapkan anaknya yang lebih besar mengalami gangguan seperti masih mengompol di usia delapan tahun. Berdasarkan hasil konsultasi dengan psikolog, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan trauma. “Psikolog menyampaikan bisa jadi karena mengalami atau menyaksikan kekerasan, tetapi anak belum bisa menjelaskan secara rinci,” katanya.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan belasan orang untuk diperiksa lebih lanjut. Aparat menduga terjadi perlakuan tidak layak terhadap anak, mulai dari penelantaran hingga kekerasan. DP2KBP3A Boyolali menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan koordinasi guna memastikan seluruh daycare di wilayahnya memenuhi standar perlindungan anak.

Leave a Reply