Seragam Gratis Baru Dibagikan Agustus, Aneka Karya Boyolali Jelaskan Penyebabnya

Seragam Gratis Baru Dibagikan Agustus, Aneka Karya Boyolali Jelaskan Penyebabnya
Direktur Utama PT Aneka Karya Boyolali, Rohmat Junaidi, menjelaskan soal pengadaan seragam gratis SD dan SMP di SDN 1 Siswodipuran Boyolali, Jumat (28/8/2026). (Daerah/Ni’matul Faizah)

Celebeszone.com, BOYOLALI — Seragam gratis untuk siswa SD dan SMP baik negeri maupun swasta di Kabupaten Boyolali baru mulai dibagikan pada akhir Agustus 2026. Padahal, tahun ajaran baru telah dimulai sejak Juli 2026.

Direktur Utama PT Aneka Karya Boyolali, Rohmat Junaidi, selaku vendor seragam gratis tersebut, mengatakan proses pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP negeri-swasta di Boyolali tidak sederhana.

”Sertifikasi atau kualifikasi seragam harus melalui uji lab. Setelah kami memesan banyak, harus lolos kualifikasi dulu. Dari uji lab di Balai Besar Batik dan di Bandung, kalau mengatakan oke, kami baru memproduksi massal. Kami juga sangat ketat, sehingga maaf agak terlambat karena kami mengutamakan kualitas,” kata dia.

Ia memastikan semua seragam yang dibagikan telah sesuai dengan standar yang dibakukan dari AK Tekstil Solo selaku pengawas. Setelah seragam jadi, barang lalu masuk ke gudang Aneka Karya Boyolali dan masih diinspeksi lagi oleh AK Tekstil Solo.

Ada sejumlah hal yang dicek seperti ukuran, jahitan, kualitas, daya tarik, daya kimia, kuat terhadap keringat, dan sebagainya. ”Kalau layak baru bisa diberikan seperti hari ini, kalau belum kami harus melakukan proses ulang kembali. Alhamdulillah, semua sudah sesuai,” kata dia.

Setelah pembagian tahap pertama, pembagian bisa terus dilaksanakan. Rohmat berkomitmen walau sesuai kontrak masih ada waktu hingga Oktober untuk penyiapan seragam sekolah tersebut, perusahaannya mengupayakan agar bisa selesai semuanya pada akhir September. Ia juga menerima masukan ketika ada ketidaksesuaian ukuran, kurang jumlah, dan sebagainya.

”Kami dari Aneka Karya bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Seperti di SD Siswodipuran ini, ternyata nambah lima karena belum terdata dan tetap kami penuhi. Ada juga yang pindah ukuran, yang awalnya S ukurannya ternyata pindah ukuran,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan bagi siswa SD yang mendapatkan seragam jadi akan tetapi terlalu besar atau terlalu kecil, diberikan kesempatan untuk menukar seragamnya dalam kurun waktu satu pekan.

Program Unggulan

Ia mengatakan pemberian seragam dan LKS gratis untuk siswa baru kelas I SD dan VII SMP negeri dan swasta adalah program unggulannya. Pada tahap pertama, Agus mengungkap pemberian seragam dan LKS gratis tersebut diserahkan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Boyolali dan Mojosongo.

Total ada 1.647 paket seragam jadi (siap pakai) dan LKS untuk siswa kelas I SD di dua kecamatan itu dan 2.210 paket kain seragam dan LKS untuk siswa kelas VII SMP.

”Untuk wali murid baru kelas I SD dan VII SMP, mohon bersabar untuk tidak membeli seragam baru dulu. Ini berproses, tahap II dan III akan segera menyusul. Bersabar sedikit, semoga prosesnya segera selesai dan bisa kami bagikan seluruh kecamatan yang ada di Boyolali,” kata dia saat diwawancarai wartawan, Jumat (28/8/2026).

Agus menargetkan distribusi seragam dan LKS gratis ke seluruh SD dan SMP dilaksanakan paling lambat September walaupun nilai kontrak pengadaannya berakhir pada Oktober 2026. Ia mengatakan seragam dan LKS gratis akan diberikan kepada 20.609 murid baru kelas I SD dan VII SMP baik negeri maupun swasta. Jumlah itu terdiri dari 10.060 murid kelas I SD dan 10.549 murid kelas VII SMP.

Siswa kelas I SD mendapatkan tiga setel seragam jadi yaitu OSIS, Pramuka, batik, serta delapan LKS dengan nilai paket Rp502.000 per siswa. Sedangkan siswa SMP mendapatkan tiga setel kain seragam untuk OSIS, Pramuka, batik, dan 11 buku LKS dengan nilai paket Rp541.600 per siswa.

Penyerapan anggaran pengadaan seragam dan LKS gratis untuk jenjang SD Rp5 miliar dan SMP Rp5,7 miliar. “Kami berharap pemberian seragam dan LKS gratis tersebut menjadi semangat anak-anak untuk terus belajar dan sedikit banyak bisa meringankan beban wali murid,” kata dia.

Selain Bupati Boyolali Agus Irawan yang membagikan seragam ke SDN 1 Siswodipuran dan SMPN 2 Boyolali Kecamatan Boyolali, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana membagikan ke SDN 1 Kemiri dan SMPN 2 Mojosongo Kecamatan Mojosongo. Komisi IV DPRD Boyolali juga menyerahkan seragam dan LKS gratis ke SDN 2 Kragilan dan SMPN 3 Mojosongo Kecamatan Mojosongo. 

Leave a Reply