Celebeszone.com, MAGETAN — Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berdampak serius pada sektor pertanian. Keringnya pasokan air irigasi memicu gelombang gagal panen di tingkat petani, yang berimbas pada melonjaknya harga berbagai komoditas sayuran di pasar tradisional.
Salah seorang petani sayur asal Kelurahan Plaosan, Sukiyo, mengungkapkan bahwa tanaman miliknya tidak mampu tumbuh optimal akibat krisis air. Bahkan, ia terpaksa membiarkan lahannya mengering tanpa ditanami hingga musim hujan tiba.
“Malas ke kebun, Mas, karena tanam apa saja mati karena tidak ada air. Petani gagal panen semua,” tuturnya, Sabtu (24/10/2026).
Kondisi kelangkaan pasokan ini dirasakan langsung oleh para pedagang dan konsumen. Pedagang sayur di Pasar Agrobis Plaosan, Darmini, membeberkan bahwa kenaikan harga terjadi merata pada hampir seluruh jenis sayuran dalam beberapa hari terakhir.
Daftar Kenaikan Harga Sayuran
Komoditas selada mencatatkan lonjakan tajam dari Rp7.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Buncis merangkak naik dari Rp8.000 menjadi Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga tomat melonjak dari Rp6.000 ke angka Rp11.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga menerpa komoditas bumbu dapur, terutama cabai. Harga cabai rawit yang semula Rp62.000 per kilogram kini menembus Rp65.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting merangkak naik dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Tak ketinggalan, seledri naik dari Rp6.000 menjadi Rp9.000 per kilogram, sawi melonjak dari Rp1.500 ke Rp3.500 per kilogram, serta kubis naik dari Rp6.000 menjadi Rp7.500 per kilogram.
“Semua sayuran naik, Mas. Sebab, musim kemarau membuat banyak petani gagal panen,” ujarnya.
Melonjaknya harga kebutuhan pokok ini menuai keluhan dari kalangan pembeli. Salah seorang warga, Masruah, mengaku terbebani karena harus merogoh kocek lebih dalam demi mencukupi kebutuhan harian dapur.
“Waduh, semua harga sayuran naik parah. Tapi, kami tetap beli,” kata dia.

Leave a Reply