Geng Sekolah Dinilai Picu Klitih di Bantul, Satpol PP Patroli dan Bina Pelajar

Geng Sekolah Dinilai Picu Klitih di Bantul, Satpol PP Patroli dan Bina Pelajar
Ilustrasi (JIBI/Dok/Daerah)

Celebeszone.com, BANTUL — Keberadaan kelompok atau geng sekolah dinilai berpotensi mendorong munculnya aksi klitih atau kejahatan jalanan yang kembali menjadi perhatian belakangan ini. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul menyoroti pentingnya pengawasan orang tua, lingkungan pergaulan, serta kegiatan remaja untuk mencegah perilaku menyimpang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Bantul, Rujito, mengatakan pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kenakalan remaja. Orang tua diminta memastikan keberadaan anak, terutama jika belum pulang hingga larut malam.

“Bagaimanapun anak, ketika sudah jam 10.00 malam belum pulang, tentu saja orang tua harus selalu peduli ke mana anak dan sebagainya,” kata Rujito, Senin (26/10/2026), dilansir Harian Jogja.

Menurut Rujito, pengaruh lingkungan pergaulan juga perlu diperhatikan. Waktu luang pada malam hari yang tidak diisi dengan kegiatan positif dinilai berpotensi membuka peluang bagi remaja untuk melakukan tindakan menyimpang.

Geng Sekolah Perlu Diarahkan ke Kegiatan Positif

Rujito menjelaskan remaja berada dalam fase mencari jati diri sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Dalam kondisi tersebut, kelompok pergaulan di kalangan pelajar perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang ke arah negatif.

Dia tidak menampik adanya kelompok anak sekolah yang terbentuk karena kesamaan pemikiran atau lingkungan pergaulan. Namun, keberadaan kelompok tersebut perlu diarahkan pada kegiatan yang bermanfaat sehingga tidak mendorong perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Dari semua sisi kita harus memberikan fokus kepada hal tersebut untuk dapat menghindari hal-hal yang mungkin lebih ke arah negatif,” ujarnya.

Upaya mencegah kenakalan remaja, menurut Rujito, membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Pengawasan keluarga menjadi salah satu unsur penting, disertai pendampingan dan pembinaan agar remaja dapat mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih positif.

Satpol PP Bantul Perkuat Patroli Pencegahan Klitih

Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayubroto, mengatakan penanganan aksi klitih yang mengandung unsur pidana merupakan ranah kepolisian. Sementara itu, Satpol PP berperan dalam pembinaan dan pencegahan kenakalan remaja melalui langkah preemtif dan preventif.

“Untuk pencegahan kami secara rutin melaksanakan patroli untuk mencegah potensi gangguan ketertiban umum. Patroli juga dilakukan bersama Polres Bantul dan jajaran terkait,” katanya.

Selain patroli, Satpol PP Bantul menjalankan sosialisasi dan pembinaan di sekolah-sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menjaga ketertiban serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Jati menjelaskan upaya preemtif dilakukan melalui pembinaan, sedangkan langkah preventif lebih berfokus pada pencegahan agar gangguan keamanan dan ketertiban tidak terjadi.

Ia menegaskan pencegahan kenakalan remaja tidak dapat hanya mengandalkan patroli atau tindakan pemerintah. Pengawasan keluarga, pembinaan di sekolah, kontrol sosial masyarakat, dan langkah pemerintah perlu berjalan beriringan untuk mencegah kelompok pergaulan remaja berkembang ke arah negatif.

“Namun tetap upaya penanganan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pengawasan keluarga, pembinaan di sekolah, kontrol sosial masyarakat, serta langkah pemerintah perlu berjalan beriringan agar kelompok pergaulan remaja tidak berkembang ke arah negatif,” katanya.

Berita ini telah ditayangkan di Harian Jogja dengan judul “Geng Sekolah Dinilai Picu Klitih, Satpol PP Bantul Soroti Peran Ortu”

Leave a Reply