Celebeszone.com, SALATIGA — Kontingen taekwondo Kota Solo memenuhi target tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Kepastian itu diperoleh setelah Hanindra Agung Nugroho meraih emas dari kategori heavy putra over 87 kilogram di Auditorium UIN Salatiga, Rabu (28/10/2026).
Hanindra memastikan gelar juara setelah mengalahkan taekwondoin Kabupaten Pati, Kelvin Indra Rahma, dengan skor 1-0. Emas tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi atlet yang akrab disapa Hanin itu setelah gagal meraih medali emas pada Porprov empat tahun lalu.
“Puji Tuhan. Ini emas pertama saya di ajang Porprov. Empat tahun lalu di Porprov Pati Raya gagal mempersembahkan medali emas,” ujar Hanin.
Ia mengaku bersyukur perjuangannya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Medali emas tersebut sekaligus menjadi pembuktian atas tekadnya untuk mengharumkan nama Kota Solo.
“Penantian yang cukup panjang, karena empat tahun lalu saya gagal mempersembahkan emas. Tahun ini, puji Tuhan dapat emas dan bisa membayar utang untuk membanggakan Kota Solo,” tambah mahasiswa semester akhir Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu.
Hanin mempersembahkan medali emas tersebut kepada kedua orang tua, pelatih, dirinya sendiri, serta masyarakat Kota Surakarta yang selama ini memberikan dukungan.
Perjuangan Hanin menuju podium tertinggi tidak berjalan mudah. Ia harus menjalani persiapan intensif selama empat bulan di tengah cedera otot betis yang cukup parah. Cedera tersebut bahkan memaksanya beristirahat total selama tiga pekan ketika pelaksanaan Porprov semakin dekat.
“Saya rest total hingga tiga minggu dan benar-benar tidak latihan. Itu dalam waktu H- sebulan Porprov. Saya juga sudah pasrah, bagaimana ini kaki tidak sembuh-sembuh. Dan puji Tuhan dikasih kesembuhan dan bisa tampil maksimal,” tutur atlet kelahiran 18 April 2003 tersebut.
Selain harus memulihkan kondisi fisik, Hanin juga menghadapi persaingan ketat di arena pertandingan. Dukungan keluarga yang hadir langsung di tribun menjadi sumber motivasi tambahan untuk menuntaskan perjuangannya.
“Saya lihat optimisme dari wajah kedua orang tua saya, Uti, Kakung, dan adik-adik saya itu jadi motivasi berlipat,” imbuh putra Sigit Mulato dan Veronina Elsa itu seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Selain emas dari Hanin, taekwondo Surakarta juga menambah satu medali perunggu melalui Arini Puspitasari dari kategori middle putri under 73 kilogram. Arini harus mengakui keunggulan Dinda Putri Lestari dari Kabupaten Temanggung, atlet peraih emas SEA Games. Sementara itu, medali perak pada kategori tersebut diraih Jeiny Flora Mandasta dari Kabupaten Semarang.
Tambahan dua medali tersebut melengkapi raihan taekwondo Surakarta setelah pada hari pertama mengoleksi dua emas dan dua perunggu dari nomor poomsae.
Dua medali emas sebelumnya diraih tim poomsae beregu putra yang diperkuat Arya Duta Angkasa, Hanif Wisnu Moorteza, dan Muhammad Fadli. Sementara itu, Angela Khansa Nathania meraih emas nomor poomsae individual putri setelah mengalahkan Besta Noviana Kushof dari Kabupaten Banyumas.
Adapun dua medali perunggu diperoleh dari nomor poomsae beregu putri melalui Angela Khansa Nathania, Kireina Cahya Kirana, dan Kayla Refa, serta nomor poomsae individual putra yang diraih Muhammad Fadli.
Regenerasi Atlet
Ketua Pengurus Kota Taekwondo Indonesia (TI) Surakarta, Harkiman, mengapresiasi perjuangan para atlet yang berhasil memenuhi target medali emas. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil pembinaan sekaligus regenerasi atlet yang terus dikembangkan.
Pada Porprov Jateng 2026, Surakarta memberikan kesempatan kepada pelatih-pelatih muda untuk menangani atlet. Tim juga mengandalkan atlet baru pada nomor seni atau poomsae.
“Tahun ini regenerasi dan memberi kesempatan untuk tim pelatih yang muda-muda. Ini yang menangani muda-muda, atletnya pun SEA Games sudah tidak kami turunkan di Porprov Jateng, yang seni atlet baru semua,” jelas Harkiman.
Ia menilai persaingan taekwondo pada Porprov kali ini semakin merata. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Meski target awal tiga medali emas telah terpenuhi, Harkiman menyebut Surakarta masih berpeluang menambah medali pada dua hari terakhir pertandingan. Ia berharap para atlet mampu memaksimalkan kesempatan yang tersisa untuk memperkuat perolehan medali kontingen Kota Bengawan.
Keberhasilan memenuhi target emas menjadi modal positif bagi pembinaan taekwondo Surakarta. Selain menunjukkan kemampuan atlet, pencapaian tersebut juga menjadi bukti bahwa regenerasi dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan prestasi.

Leave a Reply